page contents

Noliap.com - Review Dan Preview Website Bola

Benerkah Hanya Wanita Yang Kerap BerBelanja dan Pria Tidak? Ini Hasil Risetnya

Riset Pria Gemar berbelanja daripada Wanita


Diskon, Promo, Cash Back adalah tiga di antara puluhan varian kata yang mengandung sihir bagi perempuan. Ya, perempuan selalu lekat dengan asosiasi shopping. Alasannya, barangkali karena perempuan dipercaya sebagai manajer keuangan di dalam satu keluarga. Dimana keputusan membeli ada di tangan perempuan.

Untuk meningkatkan angka penjualan, sebuah brand dipastikan selalu menyasar kaum perempuan dalam iklan mereka. Entah dengan bintang iklannya, maupun dengan pilihan kata dalam promosi yang menggugah emosi kaum hawa. Mungkin tidak semua setuju, tapi telah terbentuk stereotip bahwa perempuan adalah kaum emosional.

Dominasi emosi perempuan dan tawaran promo menggiurkan bagi seorang shopaholic, adalah perpaduan sempurna untuk membuat barang laris manis. Maka kita banyak menjumpai promo yang rasanya sangat emosional. Promo merupakan teknik marketing yang memberikan efek psikologis berupa sugesti kepada perempuan untuk berbelanja. Salah satu promo yang digandrungi kaum hawa adalah diskon atau potongan harga.


Selain diskon, ada banyak jenis promo penggugah emosi yang populer. Antara lain beli satu gratis satu. Promo macam ini banyak dilakukan di bulan puasa untuk menyambut lebaran seperti saat ini. Coba saja bertandang ke swalayan atau ke mal, tak disangsikan lagi dengan mudah dijumpai label beli satu gratis satu.

Promo lain yang juga cukup menggiurkan bagi kaum perempuan adalah cashback. Ketika konsumen membeli satu barang, pada saat transaksi, pembeli diberikan dana tunai.
Betulkah Hanya Wanita Yang Kalap Belanja dan Pria Tidak? Ini Hasil Risetnya

Bahkan, cashback kini telah dikembangkan menjadi double cashback. Salah satu brand yang misalnya menawarkan promo double cashback adalah layanan uang elektornik TrueMoney. Dimana setiap pengiriman uang TrueMoney dan transaksi menggunakan snapchart, konsumen diberikan double cashback masing-masing 10 ribu rupiah dan 20% dari nilai transaksi. Jika diperhadapkan dengan diskon seperti ini, bahkan laki-laki pun jadi ikut melirik.


Salah satu promo kolaboratif yang sukses mengguncang dunia shopping Indonesia adalah ketika diselenggarakan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 10-12 Desember yang lalu. Semua e commerce dan bahkan Kaskus yang digawangi oleh FJB juga ikut memeriahkan Harbolnas tahun 2015.

Dengan keterlibatan entitas bisnis online, tak heran jika transaksi Harbolnas tembus Rp 2,1 triliun. Cuma, ada yang ganjil dengan harbolnas tersebut dan mematahkan mitos bahwa perempuan gemar berbelanja. Gelaran Harbolnas 2015, rupanya lebih didominasi kaum pria dengan persentase 57 persen. Sementara wanita hanya 43 persen. Jadi sebetulnya, bukan hanya perempuan yang kalap diskon. Laki-laki juga kalap diskon.

Betulkah Hanya Wanita Yang Kalap Belanja dan Pria Tidak? Ini Hasil Risetnya

Kekalapan kaum maskulin dengan diskon terjawab oleh survei global RetailMeNot. Dimana ditemukan bahwa dari 10.009 peserta, 51 persen setuju bahwa mereka dipengaruhi oleh penawaran, diskon atau penjualan saat berbelanja online.

Pengalaman ane sebagai pria dan mahluk rasional, justru kualitas belanja pria lebih tinggi daripada perempuan. Pria biasanya membeli karena pertimbangan kualitas, tidak peduli harganya berapa, tetap dibeli jika diyakini memberikan kualitas terbaik. Jadi, pria kalap belanja karena rasionalitas sementara wanita kalap karena alasan emosional. Tak peduli jenis kelamin, jika ada promo diskon, maka pasti dilibas.

Dan AWAS! Waspadai pria jika ada promo model begini
Betulkah Hanya Wanita Yang Kalap Belanja dan Pria Tidak? Ini Hasil Risetnya
Share on Google Plus
0 Comments

0 komentar:

Jasa Seo Website Bola

Jasa Seo Website Bola
Texas Holdem Poker